Mengenal Fungsi Otak Kiri dan Kanan (Bag 1)

Otak Kanan dan Otak Kiri

Otak kita beratnya hanya 1,75 gram dan dalam sebuah otak terkandung satu trilyun sel yang sangat kompleks, saling berhubungan dalam subuah jaringan yang menghasilkan kecerdasan, kreativitas, emosi, kesadaran, dan ingatan. Karena itu setiap orang dengan emosi yang berbeda, kreativitas yang berbeda, kesadaran, kecerdasan, maupun ingatan menjadi pribadi yang khusus dan unik.

Sejak dalam kandungan sampai lahir, seorang bayi mengalami proses pembelajaran dari sentuhan, mendengar, dan bayangan (apa yang dilihatnya) dalam proses menirukan. Guru pertama seorang bayi adalah ortu atau pengganti ortu melalui perkataan dan contoh perbuatan. Seorang bayi akan menirukan mimik dari orang-orang yang berada disekitarnya terutama yang mengasuhnya (orang tua atau pengganti ortu) . Bila pengasuh wajahnya sedih dan cemberut, makan bayi berkembang tanpa senyuman. Bila pengasuh berbahasa kasar, maka bayi akan mengikutinya. Bila pengasuh lemah lembut dan selalu terseyum, maka bayi akan tumbuh penuh senyum, ceria dan berbudi bahasa manis. Bila pengasuh merokok, maka bayi menanamkan konsep bahwa ketika dewasa, dia akan merokok juga. Untuk menjadi dewasa, seorang bayi harus diperkenalkan dengan sentuhan, suara dan bayangan. Pengkayaan lingkungan membuat bayi berkembang dan lebih cerdas. Jadi bila balita Anda suka melawan dan bandel, mungkin Anda lebih introspeksi pada cara bicara serta tingkah laku Anda di hadapan sang permata hati. Atau bila Anda bekerja, coba perhatikan bahasa dan perilaku sang pengasuh.

Pada saat anak bandel, sebetulnya sebagai ortu kita wajib membimbing anak menemukan dirinya sendiri serta bakat-bakat alaminya. Bukan menyalahkan dan memberi hukuman. Karena seorang anak membutuhkan bimbingan dalam proses belajar untuk menjadi lebih dewasa, dan meningkatkan self-esteem sehingga proses menemukan jati diri yang positif akan tercapai. Pada anak-anak yang bandel maupun suka melawan, apabila dibantu menemukan kelebihan-kelebihannya maka mereka bisa berkembang dengan lebih postif dan mengalami kemajuan. Sayangnya, kita lebih mudah melihat ke bagian kekurangan orang lain daripada kelebihannya; sehingga anak bisa menjadi lebih destruktif dan merasa dirinya juga jelek. Jati diri anak akan terkoyak apabila sang pembimbing memfokuskan pada sisi kekurangannnya.

Mengetahui fungsi otak kanan dan kiri akan sangat membantu pembimbing (ortu dan guru) mengenal kelebihan-kelebihan anak daripada sisi kekurangannya. Selain itu juga bisa mengenal karakter dan perilaku anak dengan lebih baik sehingga ortu dan guru akan membimbing anak menemukan jati diri dengan self esteem yang tinggi dan bangga pada diri sendiri.

Ciri otak kanan dan otak kiri:

Otak kanan suka:
-warna
- imajinasi
- melamun
- ruang
- irama
- dimensi
- sintetis
- gambar
- mengatur tubuh bagian kiri

Otak kiri suka:
- kata
- garis
- urutan
- waktu
- angka
- logika
- analisis
- mengatur tubuh bagian kiri

Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri:



Otak Kanan:
-Paham tanpa berpikir, lebih menggunakan intuisi
sehingga sering tidak mengikuti peraturan
-Kreatif dan menyukai seni
-Menggunakan perasaan dan caring person
-Berpikir dengan gambar
-Suka angan-angan
-Imajinasi tinggi
-Peka akan nada/intonasi suara
-Tanpa banyak kata-kata, belajar melalui melihat, meraba, mengalami

Otak Kiri:
-Menggunakan analisa, lebih banyak berpikir
-Mengikuti peraturan
-Menggunakan logika daripada perasaan
-Kuat dalam matematika dan bahasa
-Cepat hafal kata-kata dalam lagu
-Berpikir dalam & serius
-Memahami sesuatu melalui kata-kata/penjelasan
-Penuh perhitungan bukan angan-angan

Dengan mengenal karakter seorang anak, maka ortu atau guru akan mampu menerima anak dengan segala kelebihannya dan juga kekurangannya. Dua sisi tersebut akan menjadi indah bila diterima dengan apa adanya sebagai bagian keunikan sebuah pribadi. Dan, selalu, setiap anak adalah pribadi yang unik dengan talenta yang berbeda satu sama lain. Dengan mengenal karakter anak, seorang pembimbing bisa membantu anak untuk mengenal diri sendiri lebih dini, yaitu mengenal sisi kelebihannya sebagai talenta alami yang bisa dikembangkan secara maksimal; sekaligus mengenal sisi kelemahannya yang bukan untuk menjadikannya rendah diri akan tetapi menjadikannya pelengkap untuk perjalanan menuju ke kedewasaan. Sehingga hal ini akan membantu anak menjalankan interaksi sosial dengan lebih mantab dalam mempersiapkan dirinya menjadi salah satu seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan majemuk dengan kepribadian yang menyenangkan.

Sebenarnya, bukan hanya anak yang memerlukan mengenal diri sendiri dengan talenta alaminya; kitapun sebagai orang dewasa banyak yang belum sampai pada tahap mengenal diri sendiri; yang menyebabkan kita selalu mencari dan sering merasa kurang nyaman dengan diri sendiri. Hal ini tidak tergantung seberapa lama kita telah menempuh perjalanan kehidupan kita, akan tetapi lebih tergantung pada kematangan kepribadian diri kita.

Pada orang dewasa yang mengalami hambatan dalam pembentukan jati diri, sering menyalahkan orang lain dan melihat orang lain dari kesalahan-kesalahan dan sisi kekurangannya. Pada orang yang telah mencapai ke tahap pengenalan diri, maka fokus ada pada talenta; sedangkan kekurangan dijadikan alat untuk pembelajaran sehingga kekurangan bukan merupakan hambatan lagi, akan tetapi menjadi sebuah transformasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Menjadikan pengalaman menjadi sebuah pembelajaran, bukan sebuah luka batin yang mengganggu perjalanan hidup selanjutnya yang harus dihapus dari ingatan. Tidak ada bagian dari perjalanan hidup yang bisa dihapus, akan tetapi bisa ditransformasikan menjadi sebuah pembelajaran ataupun sebuah cubitan untuk menyadarkan diri kita apakah perlu kita mengulangi lagi. Kita bisa bertanya pada diri sendiri apakah kita telah mengenal diri sendiri dengan baik: mengenal kelebihan diri kita sekaligus menerima kekurangan yang ada pada diri kita seperti sebuah kesatuan dalam simbol TCM: Yin-Yang?


Dengan mengenaldan mempelajari sifat dan karakter otak, selain lebih mengenal diri kita dengan lebih baik, kita juga akan mampu mengenal orang lain dengan lebih baik. Sehingga interaksi sosial akan lebih lancar. Mudah berdamai dengan segala permasalahan, dan lebih melihat orang lain sebagai pribadi yang menakjubkan untuk dijadikan contoh dari sebagian pembelajaran kehidupannya.

Dengan mengenal karakter seseorang, kita juga mampu merekrut dan menempatkan seseorang sesuai dengan bidang ketrampilan masing-masing sehingga sebuah pekerjaan akan lebih maksimal hasilnya. Apabila Anda seorang atasan, dengan mengenal karakter orang-orang yang bekerja dalam unit dan divisi Anda maka Anda akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan jika Anda kurang mengenali karakter masing-masing dari mereka. Dengan mengenali mereka, maka Anda akan menghargai setiap orang yang bekerja dalam tim kerja Anda sebagai sebuah pribadi unik yang mempunyai warna masing-masing. Dan apabila Anda bekerja sama dengan orang lain di manapun berada, Anda akan menjadi seorang mitra kerja dengan kepribadian yang sangat menyenangkan dan disukai banyak teman. (Emmy LD)